Bengkulu, TRNews — Pemerintah Provinsi Bengkulu menetapkan langkah cepat menyikapi insiden penembakan dalam konflik lahan di Kabupaten Bengkulu Selatan yang terjadi pada Senin lalu. Lima petani dilaporkan mengalami luka tembak dan kini masih menjalani perawatan medis di fasilitas kesehatan.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyampaikan bahwa pihaknya membentuk tim khusus untuk memberikan pendampingan menyeluruh terhadap para korban beserta keluarganya.
“Ada lima poin tugas tim yang dibentuk Pemprov,” kata Gubernur Helmi, Rabu (26/11/2025).
Helmi merinci tugas tim khusus tersebut meliputi:
- Pemberian bantuan hukum kepada seluruh korban melalui kuasa hukum Pemprov Bengkulu.
- Menjamin layanan medis gratis hingga korban pulih.
- Bantuan pemenuhan kebutuhan harian keluarga korban selama masa pemulihan.
- Penyediaan akses pendidikan melalui beasiswa bagi anak-anak korban.
- Mengawal penyelesaian konflik secara humanis agar kejadian serupa tidak terulang.
Gubernur menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan hak warga negara tetap terlindungi, termasuk atas rasa aman dalam mengelola lahan pertanian.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, menghadiri Rapat Koordinasi Infrastruktur Publik dan Pembiayaan KUR di Jakarta. Agenda tersebut bertujuan memperkuat UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Mian, Bengkulu menargetkan peningkatan ekonomi hingga 8 persen melalui dukungan infrastruktur publik yang ramah bagi pelaku usaha kecil.
“UMKM terus berkembang, namun ada yang stagnan. Hasil rapat ini akan kami bawa sebagai pembelajaran untuk memperkuat promosi dan pembiayaan UMKM,” jelas Mian.
Rakor itu turut dihadiri Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza dan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Riza Damanik.
Dengan langkah pemulihan sosial bagi korban konflik serta dorongan ekonomi sektor UMKM, Pemprov Bengkulu menegaskan komitmennya menjaga stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (TRNews)




Tinggalkan Balasan